
Ponorogo, (02/06) – Semangat belajar dan keingintahuan tampak membara di wajah peserta didik MA Ma’arif Nahdlatul Ummah Ponorogo, saat mereka mengikuti serangkaian kegiatan Tengah Semester yang inovatif dan edukatif. Alih-alih ujian tulis konvensional, madrasah ini memilih pendekatan pembelajaran langsung atau contectual learning melalui observasi lapangan dan kunjungan ke berbagai lokasi meliputi kebun hidroponik melon, pabrik gondorukem dan terpentin, kebun literasi, java chicken, TPA Mrican, dan peternakan ayam boiler.
Peserta didik yang sudah terbagi menjadi beberapa kelompok melakukan observasi dan mewawancarai narasumber pada setiap tempat yang dikunjungi. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam, kontekstual, dan menyenangkan bagi para peserta didik. Peserta didik dari berbagai tingkatan kelas terlibat dalam kegiatan yang dirancang khusus sesuai dengan kurikulum dan tingkat pemahaman mereka. Bapak Ahmad Kirom sebagai perwakilan Yayasan Al Ittihad dalam sambutannya sebelum kegiatan dimulai menyampaikan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk “menjembatani antara teori yang dipelajari di kelas dengan realitas di lapangan. Kami ingin peserta didik tidak hanya menghafal konsep, tetapi juga memahami aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.”

Hari pertama yaitu pada Selasa, 20 Mei 2025 kegiatan diisi dengan observasi langsung ke lokasi yang telah ditentukan. Di lokasi, peserta didik kelas X dan XI berkesempatan untuk melihat secara langsung proses yang terjadi pada lokasi dan mewawancarai narasumber. Peserta didik dibagi menjadi enam kelompok dengan enam tujuan lokasi observasi, dibagi menjadi dua jalur, jalur utara dan jalur selatan. Jalur utara terdapat dua lokasi yaitu kebun melon hidroponik, dan peternakan ayam broiler. Peserta didik belajar terkait bagaimana sistem hidroponik yang baik untuk melon, dan cara beternak ayam broiler yang baik.
Selanjutnya adalah jalur selatan terdiri dari java chicken, kebun literasi, TPA Mrican dan pabrik gondorukem terpentin. Di java chicken peserta didik belajar terkait manajemen dan positioning java chicken, lalu di kebun literasi anak-anak belajar terkait konsep kebun literasi. Kemudian di TPA Mrican mereka belajar tentang pengolahan sampah 3R. Terakhir pada pabrik gondorukem dan terpentin mereka belajar proses pembuatan gondorukem dan terpentin.
Hari kedua (Rabu, 21/05/2025) peserta didik diminta untuk membuat laporan hasil observasi menganalisis temuan mereka dan disusun sesuai sistematika dan media untuk presentasi berupa power point. Hari ketiga (Kamis, 22/05/2025) peserta didik melakukan sesi refleksi dan presentasi dalam satu forum, sehingga terjadi transfer informasi antar kelompok. Hari selanjutnya madrasah memberikan apresiasi terhadap kelompok terbaik untuk memacu motivasi.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan gambaran nyata tentang dunia kerja dan mempersiapkan mereka untuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau karir di masa depan. Kegiatan ini melatih kemampuan peserta didik dalam berpikir kritis, bekerja sama dalam tim, serta mengkomunikasikan ide dan hasil penelitian mereka. Salah satu wali murid, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tengah semester yang berbeda ini. “Sebagai orang tua, saya sangat mendukung kegiatan seperti ini. Anak-anak tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung yang pasti akan lebih membekas dalam ingatan mereka,” ujarnya.
Kegiatan Tengah Semester berupa observasi dan kunjungan ini diharapkan dapat menjadi model pembelajaran yang inspiratif dan efektif. Dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar melalui pengalaman langsung, MA Ma’arif Nahdlatul Ummah Ponorogo berkomitmen untuk menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki pemahaman yang mendalam tentang lingkungan dan potensi di sekitar mereka. Pihak sekolah berencana untuk terus mengembangkan model pembelajaran serupa di masa mendatang dengan tema dan lokasi yang beragam, sesuai dengan perkembangan kurikulum dan kebutuhan peserta didik.
